Sepak bola

Final UECL: Persembahan terakhir Glasner untuk Crystal Palace

Ibukota Indonesia – Oliver Glasner akan menyembunyikan kebersamaannya dengan Crystal Palace pada Kamis (28/5) pukul 02.00 Waktu Indonesia Barat di Stadion Red Bull Arena Leipzig, Jerman, ketika menghadapi Rayo Vallecano pada final UEFA Conference League.

Laga yang disebutkan akan berubah menjadi momen emosional bagi Glasner yang dimaksud telah terjadi menangani Palace sejak Februari 2024. Dalam kurun dua tahun, ia bukan hanya sekali menghadirkan The Eagles tampil kompetitif di dalam sepak bola Inggris, tetapi juga mempersembahkan beberapa orang penghargaan bersejarah bagi klub.

Pada musim pertamanya, Glasner mengakibatkan Palace finis ke sikap ke-10 Kompetisi Inggris dengan koleksi 49 poin. Di bawah arahannya, tim hanya sekali menelan tiga kekalahan di 13 pertandingan setelahnya ia menggantikan Roy Hodgson.

Setahun kemudian, tepatnya pada 17 Mei 2025, Glasner mengantar Palace tampil pada Stadion Wembley untuk memainkan final FA Cup ketiga sepanjang sejarah klub. Gol tunggal Eberechi Eze meyakinkan kemenangan sekaligus menghadirkan trofi mayor pertama bagi Palace sejak klub berdiri pada 1861.

Kesuksesan itu berlanjut tiga bulan kemudian ketika Palace menjuarai FA Community Shield setelahnya mengalahkan juara bertahan Kejuaraan Inggris, Liverpool, dengan skor 3-2 melalui adu penalti usai bermain imbang 2-2 hingga putaran tambahan.

Kini, Glasner cuma berjarak minimal 90 menit, atau maksimal 120 menit ditambah adu penalti, untuk kembali menyebabkan Palace mengangkat trofi. Kali ini, trofi itu berkemungkinan hadir di panggung Eropa lewat peringkat UEFA Conference League.

Akan berubah menjadi akhir yang mana "happy ending" jikalau Glasner mampu menyebabkan Crystal Palace menjuarai UEFA Conference League. Selain bermetamorfosis menjadi trofi ketiganya pada dua tahun, penghargaan itu juga akan mengantarkan Palace tampil ke kompetisi Eropa yang dimaksud lebih lanjut prestisius, yakni UEFA Europa League musim depan.

Jika itu terwujud, Glasner mengaku akan berubah menjadi pendukung setia Palace dari kejauhan. Ia ingin mengamati mantan kelompok asuhannya terus berjaya dalam Inggris maupun Eropa dengan pembimbing baru pada musim-musim mendatang.

“Saya bilang ingin memerhatikan dia ke TV memulai Kompetisi Europa dengan hasrat juga keyakinan bahwa mereka juga sanggup memenangkannya. Itu akan menimbulkan saya sangat bahagia, lantaran saya merasa kami telah lama menciptakan mentalitas bersatu bahwa pada akhirnya semuanya akan sukses," kata Glasner.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada portal web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles

Back to top button