Sepak bola

Dubes Zuhairi ajak pemuda jadikan Pancasila inspirasi bangun RI

Ibukota – Duta Besar RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi meminta peserta didik Indonesi pada negara yang dimaksud menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi untuk mendirikan negeri.

Dalam diskusi yang tersebut diselenggarakan untuk memperingati Hari Lahir Pancasila, Awal Minggu (1/6), Dubes Zuhairi menyampaikan bahwa Pancasila terbukti bermetamorfosis menjadi kekuatan utama pada pemersatu bangsa, bahkan solusi pada beragam persoalan lalu kunci utama bagi kemajuan bangsa.

"Pancasila sebagai dasar serta falsafah negara sudah menjadi kekuatan pemersatu bangsa. Kita beruntung mempunyai Pancasila yang digunakan berubah menjadi pegangan vital pada merancang bangsa,” katanya pada pernyataan tertoreh KBRI Tunis, Selasa.

Ia menyoroti prinsip gotong royong sebagai salah satu esensi utama Pancasila.

“Selama semangat gotong-royong masih hidup, berkobar, juga menyala pada keberadaan bernegara juga bernegara, maka kita harus optimistis. Kita masih mempunyai kesempatan besar untuk bersama-sama memulai pembangunan Negara Indonesia pada bervariasi sektor kehidupan, baik di bidang ekonomi, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, maupun politik", ujar dubes kelahiran Sumenep itu.

Dubes Zuhairi Misrawi menambahkan bahwa Pancasila digali dari alam pikiran lalu kebudayaan Nusantara. Karena itu, Pancasila pada tindakan nyata harus dijadikan kekuatan utama di memulai pembangunan Indonesia.

"Kekuatan Pancasila terdapat di daya kreatif juga inovatif di tindakan nyata. Nilai-nilai Pancasila sudah pernah berubah jadi laku budaya serta tindakan nyata. Sebab itu, saatnya kaum muda menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi pada memulai pembangunan Indonesia,” pungkasnya.

Diskusi "Saatnya Kaum Muda Menjiwai kemudian Membumikan Pancasila" itu diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia.

Kegiatan ini terselenggara menghadapi kerjasama PPI Tunisia, Pengurus Pimpinan Fakultas Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tunisia, dan juga Pimpinan Unit Istimewa Muhammadiyaj (PCIM) Tunisia.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI ke web web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles

Back to top button